Warga RI Sasaran Empuk Penipuan Online, Ini Penyebabnya

Thief wearing a black hat, obscuring the face, was arrested on a gray background.

Penipuan online menjadi kerentanan keamanan yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia.

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebanyak 10,30% responden mengaku pernah kena penipuan online. Sementara 9,28% lainnya mengaku perangkat https://dwslot88apk.com/ yang digunakan pernah terkena virus. Dan 7,96 persen responden mengatakan pernah mengalami pencurian data/hack/phising.

Sisanya, tidak dapat mengakses akun di aplikasi tertentu (5,55%), kasus lainnya terkait isu keamanan (2,55%), dan mengaku tidak tahu atau tidak pernah mengalami kasus kerentanan keamanan (74,59%).

Dari 8 ribu lebih responden 95,17% menyebut tidak pernah mengalami kerugian akibat transaksi online. Sedangkan 4,83% yang lain mengaku pernah mengalami kerugian.

Namun sayangnya 34,47% mengaku tidak tahu atau tidak pernah ada tindakan untuk menjaga keamanan data mereka. Tapi masih ada 20,69% yang waspada ketika menggunakan aplikasi yang meminta daya pribadi.

Warga RI Ogah Ganti Password

Salah satu yang menjadi kunci dari keamanan akun atau data di internet adalah password atau kata sandi. Dari survei ini masih banyak orang yang belum pernah mengganti kata sandi mereka (66,82%), dengan alasan semakin sering diganti bakal makin sering lupa.

“Dari survei kami, ketika responden ditanya alasan kenapa tidak pernah mengubah password, karena makin sering diubah malah sering buat lupa” kata Sekjen APJII Zulfadly Syam saat Peluncuran Resmi Hasil Survei APJII di Jakarta.

Sementara yang rajin mengganti password terbagi dalam beberapa waktu periode, yakni setahun sekali (10,44%), enam bulan sekali (7,52%), sebulan sekali (5 97%), tiga bulan sekali (5,62%), dan dua bulan sekali (3,64%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*