Sosok KH Miftachul Akhyar yang Doakan Prabowo Subianto Sehari Sebelum Pencoblosan

Sosok KH Miftachul Akhyar dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kini KH Miftachul Akhyar menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Di tengah situasi politik saat ini, KH Miftachul Akhyar ikut disorot media.

Ia terekam menerima kunjungan Prabowo Subianto pada Selasa (13/2/2024) petang.

Dalam pertemuan itu, KH Miftachul Akhyar turut mendoakan Prabowo Subianto dalam kelancaran politiknya.

Namun, tidak ada yang tahu apa pembahasan lebih lanjut antara Prabowo Subianto dan KH Miftachul Akhyar.

Pertemuan keduanya hanya berlangsung kira-kira satu jam setengah saja.

Melansir laman resmi PBNU, Kiai Miftachul lahir di Surabaya pada 30 Juni 1953.

Ia merupakan putra dari KH Abdul Ghoni, pengasuh Pondok Pesantren Akhlaq Rangkah, Surabaya.

Karenanya, anak kesembilan dari 13 bersaudara itu tumbuh besar di lingkungan pesantren dan NU sejak usia dini.

Dalam catatan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU), Kiai Miftachul disebut pernah mengenyam pendidikan di sejumlah pesantren besar Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pondok Pesantren Lasem.

Selain itu, dia juga pernah mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi al-Makki al-Maliki di Malang.

Saat ini, Kiai Miftachul menjadi pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Kiai Miftachul juga beberapa kali menjabat sebagai pengurus NU, baik tingkat wilayah maupun nasional.

Pada 2000-2005, dia menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya, kemudian menjadi Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode, yaitu 2007-2013 dan 2013-2018.

Selanjutnya, Kiai Miftachul menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU periode 2015-2020.

Pada 2018, dia ditunjuk sebagai Rais Aam PBNU 2018-2020, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang maju pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Setelah KH Ma’ruf Amin menjabat sebagai wakil presiden, Kiai Miftachul terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2020.

Dia mengungguli sejumlah nama lainnya, seperti Dr Anwar Abbas dan Nasaruddin Umar, Amirsyah Tambunan, dan KH Muhyidin Djunaidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*