Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Menuju Rp 1,5 M

Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Menuju Rp 1,5 M

robert-kiyosaki-169

Tak lama setelah menyebut emas sebagai uang dari tuhan, kini Robert Kiyosaki membuat ramalan lewat cuitan di akun Twitternya. Penulis buku Rich Dad Poor Dad itu menyebut harga Bitcoin akan segera menembus Rp 1,5 miliar.
Bitcoin menuju US$ 100 ribu (Rp 1,5 miliar). Setiap tahun (saya) mengatakan bahwa emas dan perak adalah uang TUHAN. Bitcoin adalah (uangnya) rakyat. Kabar buruk JIKA saham dan obligasi hancur maka emas dan perak akan meroket. KABAR TERBURUK KALAU, perekonomian dunia hancur, Bitcoin jadi US$ 1 juta (Rp 1,5 triliun), emas jadi US$ 75 ribu (Rp 1,1 miliar) dan perak jadi US$ 60 ribu (Rp 919 juta). ORANG YANG SUKA NABUNG uang palsu Dolar akan berada dalam masalah. UTANG jadi semakin tinggi. Ayah, ibu, dan anak dalam masalah. Semoga ucapan saya salah. Berhati-hatilah,” demikian cuitan Robert Kiyosaki di akun Twitternya.

Mendengar ucapan https://totokas138.xyz/ Kiyosaki sambil menyaksikan pergerakan harga emas dan Bitcoin, apakah saat ini menjadi saat yang tepat untuk membeli? Atau malah sebaliknya?

Kiyosaki pernah mengatakan bahwa sebagai entrepreneur dia kurang menyukai saham. Ucapan ini muncul ketika dirinya berkomentar mengenai masalah pagu utang di Amerika Serikat (AS).
Sejatinya, pilihan instrumen investasi setiap orang memang tidak bisa disamakan antara satu sama lain. Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda.

Melihat pada aset-aset yang dipilih Kiyosaki, tidak ada satupun aset miliknya yang bisa menghasilkan pendapatan tetap.

Emas memang cocok untuk investasi jangka panjang dan akan terus naik di saat perekonomian negara mengalami ketidakpastian. Namun ketika perekonomian tumbuh, aset jenis saham yang performanya berpotensi naik.

Sementara itu, aset digital seperti Bitcoin memiliki jam perdagangan yang lebih lama dari saham dan fluktuasinya yang juga tinggi. Tidak semua orang cocok dengan instrumen dengan karakteristik seperti Bitcoin.

Bagi pemula, emas mungkin menjadi instrumen yang boleh dicoba. Namun tidak ada salahnya pula untuk melakukan diversifikasi ke saham atau reksa dana saham agar Anda juga bisa mendapatkan keuntungan di kala perekonomian membaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*