Mengenal Kanker Kolon, Penyakit Mematikan yang Diderita Pele

Seorang penggemar Brasil memegang replika trofi Piala Dunia di atas foto mantan pemain Pele jelang pertandingan Grup G Piala Dunia FIFA di Stadion Lusail di Lusail, Qatar. (PA Images via Getty Images)

Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, menghembuskan napas terakhir pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Jumat (30/12/2022). Dilaporkan, Pele tutup usia akibat mengidap kanker kolon atau kanker usus besar yang menyebabkan terjadinya sejumlah kegagalan fungsi organ.

“Dengan sangat menyesal Hospital Israelita Albert Einstein mengonfirmasi atas meninggalnya Edson Arantes do Nascimento atau Pele, pada 29 Desember 2022 pukul 15.27 karena kegagalan sejumlah fungsi organ akibat perkembangan kanker usus besar, kondisi yang ia alami sebelumnya,” tulis pernyataan rumah sakit, dikutip dari Yahoo! Sport, Jumat (30/12/2022).

Dilansir dari The Guardian, Pele dilaporkan telah mengidap kanker kolon sejak September 2021 lalu. Lantas, apa penyebab dan gejala kanker kolon yang diidap legenda tiga kali peraih Piala Dunia tersebut?

Dilansir dari Healthline, kanker kolon atau kanker kolorektal adalah jenis kanker yang muncul di usus besar atau rektum. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kanker kolon adalah kanker dengan jumlah kasus tertinggi nomor tiga di Amerika Serikat (AS). Berkaitan dengan hal itu, American Cancer Society (ACS) memperkirakan bahwa 1 dari 23 laki-laki dan 1 dari 25 perempuan di AS mengidap kanker kolon.

Sementara itu di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan bahwa kanker kolon menempati urutan ke-3 penyebab kematian akibat kanker. Berdasarkan data Globocan pada 2018, terdapat 30.017 jumlah kasus baru kanker kolon di Indonesia.

Gejala kanker kolon umumnya bergantung pada stadium kanker saat pertama kali didiagnosis. Stadium awal untuk kanker kolon adalah stadium 0, sedangkan stadium tertinggi adalah stadium 4. Berikut tahapan stadium kanker kolon.

  • Stadium 0: Pada stadium yang disebut carinoma in situ ini, terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan yang melapisi usus besar.
  • Stadium 1: Pada tahap ini, kanker telah menembus lapisan usus besar yang paling dalam. Namun, kanker tersebut belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke organ lain dari tubuh.
  • Stadium 2: Kanker telah menyebar ke dinding usus besar dan menembus ke jaringan terdekat. Namun belum mempengaruhi kelenjar getah bening.
  • Stadium 3: Pada stadium 3, kanker sudah berpindah ke kelenjar getah bening, tetapi belum menjalar ke bagian tubuh yang lain.
  • Stadium 4: Pada stadium tertinggi ini, kanker telah menyebar ke organ jauh lainnya, seperti hati hingga paru-paru.
  • Bila telah mengidap kanker kolon stadium 0 hingga 2, terdapat sejumlah gejala yang dialami oleh penderita, yaitu sembelit, diare, perubahan warna dan bentuk tinja, terdapat darah pada tinja, pendarahan usus besar, terdapat gas yang berlebihan, kram perut, dan sakit perut.

    Sementara itu, pada pasien pengidap kanker kolon stadium 3 dan 4, gejala yang dialami adalah rasa lelah yang berlebih, tubuh merasa lelah, penurunan berat badan yang drastis, perubahan tinja lebih dari sebulan, rasa usus selalu kosong, dan muntah.

    Jika kanker kolon telah menyebar ke bagian atau organ lain dalam tubuh, penderita kemungkinan besar akan mengalami penyakit kuning berupa mata dan kulit yang menguning, bengkak pada bagian tangan atau kaki, kesulitan bernapas, sakit kepala kronis, pandangan kabur, hingga patah tulang.

    Hingga saat ini, penyebab kanker kolon masih terus diteliti. Namun, sejauh ini kanker kolon diperkirakan terjadi akibat adanya mutasi genetik. Beberapa mutasi tersebut dapat menyebabkan sel abnormal menumpuk di lapisan usus besar dan membentuk polip atau jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*