Lagi Malas Gerak Aja Emas Antam Masih Mahal, Berapa Harganya?

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Harga emas Antam pada perdagangan Senin (22/5/23) terpantau masih tidak berubah sejak dua hari sebelumnya. Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas Antam ukuran 1-gram stagnan di Rp. 1.056.000 per batang.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ditetapkan sebesar Rp 950 ribu per gram, harga tersebut juga https://rtphuat138slot.online/ tidak berubah dari perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam yang diperjual-belikan beragam dari segi ukurannya. Agar lebih jelasnya, simak data harga emas hari ini.

Pergerakan harga emas Antam yang tidak berubah telah terjadi sejak penguatan terakhir pada Sabtu (20/05), dimana emas Antam saat itu menguat signifikan Rp. 11.000.

Harga emas Antam yang jalan di tempat tidak sinergis dengan harga emas global yang kembali melonjak menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai krisis perbankan Amerika Serikat (AS) serta harapan melunaknya kebijakan suku bunga di AS.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (19//5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.976,56 per troy ons. Harganya melonjak 0,95%.

Harapan melunaknya kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) juga menambah daya tarik emas.

Krisis perbankan masih menjadi kekhawatiran setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengingatkan kepada kepala eksekutif bank jika kemungkinan akan dibutuhkan lebih banyak merger setelah krisis perbankan.

Pernyataan Yellen ini membuat pasar khawatir jika krisis perbankan AS belum benar-benar berakhir.

Kondisi ini bisa memicu ketidakpastian sehingga emas sebagai aset aman makin dicari.

Emas makin bersinar setelah Chairman The Fed Jerome Powell, pada akhir pekan lalu, mengatakan jika krisis perbankan di AS bisa membuat The Fed tidak akan menaikkan suku bunga setinggi mungkin demi inflasi.

Terlebih, The Fed harus menyeimbangkan ketidakpastian tentang dampak kenaikan biaya pinjaman akibat kenaikan di masa lalu ataupun krisis perbankan AS.

“Emas kini ada dalam kondisibullish.Ke depan, harganya berpotensi bergerak dalam tren kenaikan,” tutur analis dari FXStreet, Ross J Burland.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*