Jokowi Melawan! Ini Alasan Eropa Gugat RI Soal Bijih Nikel

A man walks past a sign of the World Trade Organization at their headquarters on the start of a four-day WTO Ministerial Conference in Geneva on June 12, 2022. - The World Trade Organization gathers ministers in Geneva to tackle pressing issues including global food security threatened by Russia's invasion of Ukraine, overfishing and equitable access to Covid vaccines. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) (Photo by FABRICE COFFRINI/AFP via Getty Images)

Presiden Joko Widodo memberikan pesan kepada next president agar tidak gentar terkait kebijakan hilirisasi.

“Saya akan titip kepada pemimpin berikutnya jangan takut digugat oleh negara manapun. Kalau digugat ya cari pengacara cari lawyer yang terbaik agar gugatan kita menang tapi tahun terakhir kalah. https://situs888gacor.com/ Kalah pun tidak boleh mundur, saya naik banding,” ungkap Jokowi pada saat mengisi pidato politik Musyawarah Rakyat (Musra) Relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5/2023).

Seperti diketahui, Indonesia kalah gugat oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) terkait larangan ekspor bijih nikel.

Uni Eropa memang bukanlah produsen nikel terbesar dunia tapi melayangkan gugatan ke WTO. Pasalnya hal ini berkaitan dengan ketahanan industri baja anti karat (Stainless steel) Eropa.

Juru bicara EUROFER, Charles de Lusignan menyebutkan penimbunan material ini di Indonesia meningkatkan daya saing industri baja tahan karatnya. Ia mensinyalir Indonesia ingin membangun sektor baja tahan karat berorientasi ekspor dengan maksud untuk masuk ke pasar lain.

“Mengingat bahwa nikel mewakili 45% dari biaya produksi baja tahan karat, mereka memperoleh bagian ini melalui cara yang tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Industri baja telah lama menempati posisi strategis dalam ekonomi Uni Eropa (UE), mendorong inovasi, pertumbuhan, dan lapangan kerja. Menurut EUROFER, industri besi dan baja menempati urutan ketiga nilai produksinya dibandingkan dengan sektor lain. Nilainya mencapai Euro 132 juta pada 2020.

Industri baja menjadi tulang punggung di Eropa karena terkait erat dengan berbagai sektor industri seperti otomotif, konstruksi, elektronik, dan industri terbarukan.

UE adalah produsen baja terbesar kedua di dunia setelah China. Outputnya lebih dari 139,3 juta ton baja per tahun, terhitung 7,6% dari output global, menurut EUROFER.

Adapun lima negara anggota EU yang merupakan produsen baja terbesar adalah Jerman yang berkontribusi sebesar 25,6% dengan total produksi 35,66 juta ton dan Italia dengan produksi 20,38 juta ton atau berkontribusi 14,6% pada 2020. Kemudian di posisi ketiga adalah Perancis yang memproduksi 11,6 juta ton atau berkontribusi terhadap 8,3%. Posisi keempat dan kelima adalah Spanyol dan Polandia, masing masing produksinya mencapai 11,14 juta ton (8,0%) dan Polandia (5,6%).

Nikel sendiri merupakan komponen penting dalam produksi stainless steel. Sebagian besar kandungan baja tahan karat mengandung nikel karena meningkatkan ketahanan korosi. Saat ini penggunaan nikel sebesar 70% lebih digunakan sebagai bahan baku dasar pembuatan stainless steel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*