Heboh Rombongan Jokowi Tiba-tiba Dicegat di Bali! Ada Apa?

Wanita nekat terobos iring - iringan rombongan dan menyalami Presiden Joko Widodo (Jokowi) di mobil. (Dok. Detik.com)

Iring-iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali tiba-tiba dicegat oleh seorang wanita tak dikenal. Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video singkat yang beredar di media sosial.

Dalam sebuah video berdurasi singkat itu, terlihat seorang wanita dengan nekat menerobos iring-iringan mobil Jokowi yang dikawal ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Jokowi memang terlihat membuka jendela mobil sembari membagikan kaos ke warga sekitar. Namun, tiba-tiba secara tak terduga perempuan berambut panjang ‘nyelonong’ ke dalam rombongan Jokowi, dan hendak bersalaman dengan kepala negara.

Tangan perempuan tersebut terlihat masuk melalui kaca mobil yang terbuka, tepat berada di posisi Jokowi duduk. Sontak Paspampres yang menaiki motor di samping Jokowi turun dan berusaha menghentikan perempuan itu.

Sejumlah personel bahkan langsung mengerubungi mobil Jokowi dan berusaha menarik perempuan tersebut. Jokowi kemudian sempat mengingatkan kepada petugas agar tidak menarik perempuan itu dengan kasar.

“Jangan kasar,” kata Jokowi di dalam mobil.Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam sebuah video singkat menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi. Pramono sendiri berada satu mobil dengan Jokowi saat kejadian berlangsung.

Pramono menceritakan, wanita itu memang menerobos rombongan hanya ingin bersalaman dengan Jokowi. Namun saat bersalaman, wanita itu tak ingin melepaskan tangannya yang sudah mengikat di tangan Jokowi.

“Ketika bersalaman, tangannya tidak mau dilepas karena bentuk kecintaannya kepada Presiden,” kata Pramono.

Pramono mengatakan, Jokowi sempat meminta Paspampres untuk tidak bersikap berlebihan. Namun karena wanita itu tidak melepaskan tangannya, maka Paspampres memutuskan untuk menarik perempuan itu dari posisinya.

“Itu yang kemudian presiden meminta kepada Paspampres untuk tidak berlebihan dan meminta kepada perempuan tersebut untuk melepas tangan Presiden tetapi dengan histeris tangan tersebut tidak dilepaskan,” kata Pramono.

“Maka kemudian Paspampres menarik perempuan tersebut,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*