Geger ‘Dunia Hilang’ Ditemukan di Wilayah RI, Ini Lokasinya

Dalam foto yang diambil 15 September 2009 ini, Victor Jehabut berusia 80 tahun dan setinggi empat kaki, yang sering diklaim oleh pemandu wisata sebagai keturunan Homo floresiensis, penghuni gua kerdil yang menjelajahi pulau Flores 160.000 tahun lalu, jalan-jalan di desanya di Rampasasa, Indonesia. Sebuah tim internasional sedang mencoba untuk mengungkap kerangka fosil berusia 18.000 tahun dari seorang wanita gua kerdil yang penemuannya di pulau terpencil Flores di Indonesia pada tahun 2003 merupakan sensasi internasional. Jehabut mengatakan rumor bahwa dia terkait dengan hobbit tidak benar, dan kesulitan masa kecil telah menghambat pertumbuhannya. (Dok File - AP Photo/Achmad Ibrahim)

Menghebohkan, ternyata Indonesia memiliki satu wilayah yang disebut sebagai ‘dunia yang hilang’. Hal ini bermula dari para ilmuwan yang menyatakan bahwa Sumba merupakan rumah bagi berbagai hewan yang sebagian besar telah punah pada ribuan tahun lalu.

Adapun hewan yang sudah punah tersebut, diantaranya gajah mini, tikus, kadal raksasa, hingga dengan spesies komodo.

Demikian diungkapkan peneliti dalam jurnal berjudul ‘Proceedings of the Royal Society B’. Laporan itu merujuk pada penemuan fosil hewan-hewan tersebut. Laporan itu menyebut fosil beragam spesies tersebut hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, dikutip dari Mongabay, Minggu (19/3/2023).

Bahkan, laporan itu mendapati temuan serius yang memungkinkan bahwa hewan-hewan langka dulu awalnya hidup di wilayah Sumba. Hal ini semakin meyakinkan ketika ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores. Hal ini memancing asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.

Ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL). Mereka mengoleksi fosil dari Sumba, sebagai bagian dari kepulauan yang dulu dinamai ‘Wallacea’. Area ini berasal dari biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.

Wilayah di dalam Wallacea termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea mendulang popularitas pada 2004, ketika kelompok arkeologi mengumbar fosil makhluk punah yang dinamai ‘hobbit’ atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba.

Hingga kini, riset tentang Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei soal fosil dan kehidupan liar di sana belum terlalu banyak dilakukan.

“Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.

Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.

“Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern,” terang Turvey.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*